10 Cara Diagnosa Medis Jantung

Berbagai penyakit jantung adalah kondisi yang nantinya akan mempengaruhi kinerja dari jantung dalam memompa darah ke semua bagian tubuh seperti organ. Penyakit jantung atau dikenal dengan penyakit kardiovaskular ini juga menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Untuk itulah diagnosa medis jantung penting untuk dilakukan. Sebagai awal diagnosis, umumnya dokter akan menanyakan beberapa informasi dari pasien seperti pola hidup, gejala yang ditimbulkan, riwayat kesehatan keluarga sekaligus memeriksa kolesterol pasien. Saat dokter mencurigai jika pasien memiliki penyakit jantung, maka akan ada beberapa diagnosis yang akan dijalani seperti ulasan dari kami berikut ini.

Baca juga: pencegahan jantung koroner

1. Tes Darah

Untuk memeriksa jantung, akan ada dua jenis tes darah yang biasanya dilakukan oleh dokter yaitu tes kadar kolesterol darah dan juga pemeriksaan enzim jantung. Untuk tes kolesterol, pasien akan diminta berpuasa sekitar 12 jam sebelum pemeriksaan tersebut dilakukan agar hasil akurat bisa didapatkan.

Sedangkan pemeriksaan enxim jantung adalah pelengkap dari pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah yang berfungsi untuk melihat apakah ada kerusakan otot pada organ jantung yang juga terjadi.

2. Elektrokardiogram [EKG]

Pemeriksaan elektrokardiogram atau EKG ini dilakukan untuk memeriksa aktivitas listrik otot jantung. Akan tetapi, EKG ini belumlah cukup digunakan untuk mendiagnosa apakah seseorang memiliki masalah pada jantung atau tidak.

Dalam tes elektrokardiogram ini, nantinya aktivitas listrik jantung akan direkam menggunakan elektroda yang tertempel pada kulit pasien. Impuls kemudian akan direkam sebagai gelombang dan akan terlihat pada monitor atau juga bisa dicetak pada kertas.

Baca juga: cara pencegahan angina pektoris

Tes ini juga berfungsi untuk membantu dokter dalam mendiagnosis kerusakan jantung karena serangan jantung dan juga masalah irama jantung. Jika hasil EKG tidak normal, maka ini bisa dijadikan indikasi jika otot jantung kekurangan suplai oksigen. Tidak hanya dilakukan dalam posisi pasien berbaring, namun EKG ini juga akan dilakukan pada saat pasien berlari diatas treadmill yang dinamakan dengan tes latihan stres yang penting untuk memeriksa gejala dari angina.

3. Ekokardiogram

Ekokardiogram merupakan pemeriksaan yang serupa dengan USG. Ekokardiogram ini dilakukan untuk melihat ketebalan, struktur dan juga pergerakan setiap denyut jantung sehingga nantinya bisa menghasilkan gambar jantung lebih spesifik yang sekaligus juga akan digunakan untuk memeriksa kinerja organ jantung.

Dalam tes ini, diagnosis dan pemantauan jantung akan diperbesar memakai gelombang suara yang nantinya bisa menghasilkan gambaran video organ jantung. Dokter nantinya akan menggunakan hasil tes untuk memeriksa apakah jantung bisa bekerja efisien dalam memompa jantung, menentukan bilik jantung yang mengalami pembesaran, melihat serangan jantung sebelumnya sekaligus untuk menentukan jika penderita memang memiliki penyakit jantung bawaan.

Baca juga: cara alami menyembuhkan penyakit jantung

4. X Ray Dada

X ray dada kemungkinan juga akan disarankan dokter yang berguna untuk mendapat gambaran dari beberapa organ secara umum seperti paru paru, jantung dan juga dinding area dada. Pemeriksaan ini nantinya bisa memberikan gambaran apakah jantung mengalami pembesaran atau tidak dan juga adanya penumpukan cairan di organ paru paru. Selain itu, X Ray yang dilakukan ini juga sangat penting untuk menyingkirkan beberapa komplikasi penyakit lainnya.

5. Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung atau angiografi koroner akan dilakukan dengan bius lokal kemudian memasukkan kateter hingga ke arteri jantung lewat selangkangan atau kaki. Sesudah itu, penyuntikkan cairan berwarna khusus akan dimasukkan ke arteri jantung lewat kateter tersebut. Kateterisasi ini dilakukan untuk memeriksa tingkat keparahan dari penyempitan pembuluh darah jantung dan juga memeriksa tekanan yang ada dalam bilik jantung.

  1. CT dan MRI

Cardiac Computerized Tomography [ CT] atau Magnetic Resonance Imaging [MRI] juga menjadi diagnosa medis jantung. Saat melakukan CT scan jantung, maka pasien akan berbaring diatas sebuah meja dalam mesin yang berbentuk seperti donat yakni gantry. Nantinya, tabung sinar X dalam mesin akan berputar di sekeliling tubuh untuk mendapatkan gambar dari dada dan juga jantung penderita.

Sedangkan dalam MRI jantung, pasien akan berbaring di meja seperti tabung panjang memakai medan magnet serta gelombang radio yang dilakukan agar bisa mendapatkan sinyal untuk menciptakan gambar jantung.

7. Holter Monitor

Apabila dokter merasa perlu untuk memantau jantung pasien selama 24 hingga 48 jam, maka nantinya dokter akan meminta pasien untuk menggunakan sebuah perangkat bernama monitor holter. Mesin berbentuk ini nantinya akan bekerja seperti EKG kontinyu yang akan digunakan oleh dokter untuk memeriksa kelainan jantung yang tidak bisa terdeteksi dengan EKG normal seperti contohnya detak jantung tidak beraturan, aritmia dan beberapa masalah jantung lain.

8. Tes Tilt Table

Dokter kemungkinan juga akan melakukan tes tilt table untuk pemeriksaan jantung jika anda mengalami pingsan. Pasien akan diminta untuk berbaring pada sebuah meja yang bergerak dari horizontal ke vertikal.

Pada saat mesin ini bergerak, maka akan ada beberapa hal yang dipantau seperti tekanan darah, detak jantung dan juga tingkatan oksigen dalam tubuh penderita. Hasil dari tes tilt table ini akan sangat membantu dokter untuk menentukan apakah saat anda pingsan disebabkan karena penyakit jantung atau karena kondisi medis lainnya.

9. Tes Invansif

Tes invansif mungkin juga akan dilakukan dokter untuk mendiagnosa penyakit jantung yang dialami pasien. Hal ini dilakukan sebab terkadang tes non invansif tidak bisa memberikan gambaran cukup untuk dokter sehingga prosedur invansif ini akan dilakukan. Dalam tes invansif ini nantinya akan menggunakan alat yang akan dimasukkan ke dalam tubuh seperti tabung, jarum dan sebagainya.

10. Studi Elektrofisiologi

Apabila pasien mempunyai ritme jantung yang tidak normal, maka doker akan melakukan studi elektrofisiologi untuk melihat penyebab dan juga jenis perawatan terbaik apa yang bisa diberikan.

Dalam tes ini, dokter akan memasukkan kateter elektroda lewat pembuluh darah jantung kemudian menggunakan elektroda tersebut untuk mengirimkan sinyal listrik pada jantung dan membuat peta aktivitas listrik Sesudah diagnosa dilakukan, maka biasanya dokter akan memberikan obat atau perawatan lain untuk mengembalikan ritme jantung kembali normal.

Beberapa diagnosa medis jantung yang sudah kami jelaskan diatas merupakan beberapa prosedur yang harus dijalani agar nantinya dokter bisa memberikan diagnosis lengkap tentang jenis penyakit apa yang dialami pasien sekaligus menentukan metode penyembuhan apa yang akan diberikan pada pasien. Semoga ulasan ini bisa menambah informasi anda seputar tindakan medis.