15 Gangguan Pada Pembuluh Darah Yang Sering Terjadi

Salah satu bagian dari sistem sirkulasi dalam tubuh adalah pembuluh darah yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya darah dari jantung ke seluruh tubuh begitu juga sebaliknya. Pembuluh darah juga memiliki peran lain selain untuk transportasi darah yakni untuk mengedalikan tekanan darah meski memang tidak hanya dikendalikan oleh pembuluh darah. Jika dilihat secara menyeluruh, seluruh tubuh manusia mendapatkan dukungan dari sistem kerja yang meliputi sintal dari otak dan saraf, hormon dan juga respons alami dari pembuluh darah. Namun, senyawa kimia dalam tubuh bisa menyebabkan respon dari pembuluh darah baik itu penyempitan, kontraksi, pelebaran dan juga relaksasi yang akhirnya menimbulkan gangguan pada pembuluh darah. Gangguan yang terjadi pada pembuluh darah ini bisa terjadi karena berbagai faktor seperti penyakit sampai kebiasaan buruk yang dilakukan seperti beberapa macam gangguan yang bisa terjadi berikut ini.

1. Aterosklerosis

Aterosklerosis bisa terjadi karena menumpuknya lemak di lapisan dinding arteri dalam otak, ginjal, jantung, lengan dan tungkai serta berbagai organ vital tubuh lainnya. Aterosklerosis yang terjadi dalam arteri karotid atau arteri menuju otak ini nantinya bisa menyebabkan stroke. Sedangkan jika terjadi pada arteri koroner atau yang menuju jantung bisa menyebabkan serangan jantung dan penumpukan lemak jika aterosklerosis berawal dari leukosit atau sel darah putih yang berpindah ke aliran darah menuju dinding arteri sehingga lapisan arteri akan semakin tebal.

2. Stroke

Stroke yang menjadi salah satu penyakit berbahaya di dunia ini bisa terjadi karena penyempitan pembuluh darah dengan gejala seperti penurunan salah satu fungsi kaki, tangan dan anggota tubuh lain yang tiba tiba tidak bisa digerakkan, gangguan penglihatan, kesemutan di beberapa area tubuh, mudah tersedak saat makan dan sebagainya.

3. Thalassemia

Thalassemia merupakan jenis kelainan darah yang diwariskan dari orang tua pada anak penyebab produksi rantai globin yang tidak seimbang. Thalassemia ini terjadi karena darah berbentuk bulan sabit yang abnormal sehingga produksi hemoglobin akan berkurang dan usia sel darah merah akan lebih cepat mati yakni kurang dari 100 hari.

Baca juga: terapi penyumbatan pembuluh darah jantung

4. Hipotensi

Hipotensi merupakan kondisi tekanan darah rendah yang jauh melebihi batas normal dengan gejala seperti mudah lelah serta tangan dan kaki yang mudah kesemutan. Berbanding terbalik dengan hipertensi, hipotensi bisa terjadi saat tekanan darah berada dibawah batas normal yakni 70mm/Hg.

5. Hipertensi

Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi yang melebihi batas normal penyebab dinding nadi mengeras dan menebal yang kemudian akan menyebabkan penyakit jantung. Seseorang bisa dikatakan terkena hipertensi ini jika tekanan darahnya sudah melebihi batas normal yakni 120mm/Hg dengan gejala seperti sakit kepala kronis, mual dan muntah serta penurunan penglihatan.

6. Hemofilia

Hemofilia bisa terjadi karena kelainan atau gangguan keturunan dari mutasi genetika kronosom X. Hemofilia ini nantinya akan membuat penderita tidak memiliki pembekuan darah cukup sehingga akan sering terjadi pendarahan sebanyak beberapa kali dalam sebulan yang terkadang bisa terjadi tanpa penyebab. Untuk gejala hemofilia yang paling mudah dikenali adalah terjadinya pendarahan dibawah kulit sehingga tampilan kulit akan berubah menjadi kebiruan.

Baca juga: ciri serangan jantung ringan

  1. Anemia

Gangguan pada pembuluh darah selanjutnya adalah anemia yakni penyakit kekurangan darah yang terjadi karena jumlah sel darah merah dalam tubuh tidak mencukupi atau hemoglobin yakni zat pemberi warna merah pada eritrosit kadarnya terlalu rendah. Ada banyak gejala yang bisa terlihat dari penderita anemia seperti mudah lelah, kulit yang terlihat pucat dan kesulitan bernafas.

8. Neutropenia

Neutropenia merupakan penyakit dalam peredaran darah yang disebabkan karena defisiensi sel darah putih yang bertugas untuk melawan infeksi dalam tubuh. Neutropenia sampai saat ini menjadi salah satu jenis penyakit pembuluh darah yang belum bisa dicegah karena penyakit ini memiliki sifat bawaan.

9. Vaskulitis

Penyakit radang pembuluh darah atau vaskulitis ini bisa terjadi saat sistem kekebalan tubuh melemah dengan gejala seperti ruam pada mulut, peradangan mata, berkeringat saat malam hari dan juga penurunan berat badan.

  1. Hemoglobinopati

Hemoglobinopati juga merupakan jenis penyakit turunan yang terjadi karena gangguan hemoglobin dalam sel darah sehingga penderita akan lebih mudah terinfeksi, pembesaran limpa dan juga kerusakan di organ tubuh yang mengalami penyumbatan aliran darah.

11. Sklerosis

Sklerosis bisa terjadi pada saat sel darah putih terlalu agresif sehingga menyerang selaput pelindung saraf otak dan sumsum tulang belakang dan menjadi salah satu jenis penyakit yang belum dapat disembuhkan. Sedangkan pengobatan dan terapi yang dilakukan hanya bisa menurunkan risiko efek samping dari sklerosis namun tidak menyembuhkan.

12. Trombosis

Trombosis adalah penyakit yang terjadi saat pengentalan darah terjadi terlalu berlebihan yang membuat aliran darah jadi terhambat atau bahkan berhenti sama sekali. Saat seseorang mengalami trombosis, maka akan terlihat pembengkakan di area kaki dan tangan berwarna merah dan terasa nyeri di bagian pergelangan.

13. Leukemia

Leukemia atau kanker darah terjadi karena jumlah sel darah putih abnormal di sumsum tulang belakang yang menimbulkan gangguan di sel darah lain. Penyebab utama dari leukemia ini adalah karena radikal bebas serta kelainan bawaan pada kromosom darah dengan gejala wajah terlihat pucat, mudah kelelahan dan nafsu makan yang menurun. Sampai saat ini, leukemia juga masih belum bisa dicegah namun tetap bisa diobati meski hanya bisa meredakan gejala dan bukan menyembuhkan leukemia tersebut.

14. Aneurisma Aortik

Aneurisma aortik merupakan dilatasi abnormal aorta yang membuat dinding pembuluh darah semakin lemah. Pertumbuhan aneurisma aorta yang terlalu besar dan cepat nantinya bisa saja pecah sehingga timbul pendarahan internal hebat dan bahkan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

15. Poliarteritis Nodosa

Poliateritis nodosa adalah sebuah penyakit inflamasi serius yang bisa mempengaruhi arteri ukuran kecil hingga sedang. Penyakit ini ditandai dengan nyeri pada otot dan persendian, keringat di malam hari, demam dan juga penurunan berat badan.

Mengingat pentingnya pembuluh darah sebagai pendukung kehidupan manusia, maka sudah seharusnya berbagai kebiasaan baik dilakukan seperti menjalani pola hidup sehat, rajin berolahraga sekaligus menghindari kebiasaan buruk seperti merokok agar gangguan pada pembuluh darah tidak terjadi dan bisa mengancam jiwa.