Rekomendasi ICP Capsule Untuk Penyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu kondisi yang dianggap membahayakan dan bisa membunuh secara mendadak pada penderitanya. Ya, bagaimana tidak karena faktanya penyakit ini akan menyerang organ vital tubuh yang jika rusak akan mempengaruhi pada kerusakan tubuh secara keseluruhan. Pengobatan jantung tidaklah mudah dan tidak bisa dengan instan, namun ada beberapa obat yang direkomendasikan dan biasa dipakai untuk mengatasi gejala jantung yaitu  ICP capsule. Namun sebelum lebih jelas membahas mengenai manfaat ICP capsule untuk jantung akan lebih lebih Anda mengetahui lebih dulu mengenai penyakit jantung (penyebab, resiko dan gejalanya).

Bahaya Penyakit Jantung

Penyakit ini dikenal juga dengan penyakit kardiovaskular, dimana akan ada berbagai macam kondisi dalam tubuh yang menyebabkan terjadinya penyempitan serta penyumbatan pada pembuluh darah dan nantinya akan mengakibatkan seseorang mengalami serangan jantung, nyeri pada dada bahkan stroke.

Sementara itu, beberapa penyakit yang masuk ke dalam kategori penyakit jantung diantaranya seperti penyakit pada pembuluh darah, penyakit pada arteri koroner, masalah yang terjadi pada irama jantung atau disebut juga aritmia, adanya kelainan jantung sejak lahir (cacat jantung bawaan) dan juga kondisi kelainan pada jantung lainnya, seperti yang berpengaruh pada otot jantung, irama dan katup jantung.

Lantas, seberapa umum si penyakit ini?

Penyakit jantung sendiri bisa terjadi dan menimpa siapa saja, tidak melihat pada berapa usianya, apa jenis kelaminnya, karena semuanya sangat beresiko terserang penyakit jantung. Yang lebih parahnya penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Sehingga penderita membutuhkan proses pengobatan dan juga pemantauan yang harus dilakukan selama waktu hidupnya. Saat metode pengobatan mengalami kegagalan, maka penderita harus melakukan prosedur pembedahan pada jantung dan prosedur tersebut harus memakan biaya yang cukup banyak. Pengobatan tidak bisa menyembuhkan namun bisa mengurangi resiko kematian dan gejalanya.

Penyakit ini juga kerap kali disebut sebagai “silent killer” atau pembunuh yang tak bersuara. Ini karena dokter jarang sekali mendiagnosa pasiennya sampai saat pasien benar-benar menunjukan gejala gagal jantung ataupun serangan jantung. Sementara untuk gejala penyakit jantungya juga akan sangat bervariasi dan tergantung pada kondisinya. Misalnya, jika seseorang menderita kondisi aritmia maka gejala umumnya yang akan terjadi seperti, detak jantung yang cepat dan lambat (tidak dapat terkontrol), merasakan pusing, nyeri pada kepala, nyeri dada dan mengalami sesak napas.

Sementara untuk mereka yang mengalami penyakit jantung bawaan, gejala paling umum terjadi seperti adanya perubahan pada warna kulit (kebiruan atau pucat), mengalami pembengkakan pada bagian perut dan kakinya, mudah merasa lelah dan terkadang mengalami sesak nafas jika terlalu banyak melakukan aktivitas fisik.

Jika Anda mempunyai otot jantung yang sangat lemah maka aktivitas fisik bisa mengakibatkan kelelahan dan juga sesak napas, pusing dan juga pembengkakan pada bagian kaki atau biasa disebut kardiomipati. Sementara untuk tanda adanya infeksi pada jantung diantaranya:

  • Mengalami rasa lelah yang tidak bisa ditangani
  • Batuk yang sangat sering
  • Timbulnya ruam pada kulit
  • Denyut jantung yang semakin tidak teratur
  • Pembengkakan pada bagian kaki dan juga perut

Lantas, apa yang menjadi faktor resiko seseorang mendapatkan penyakit jantung?

Faktor resikonya sangatlah banyak, bisa karena keturunan, usia, suku atau gaya hidup. Sementara resiko umum yang sering mempengaruhi diantaranya:

  • Perokok aktif
  • Penderita memiliki riwayat tekanan darah tinggi
  • Memiliki kolesterol yang tinggi
  • Menderita diabetes
  • Melakukan diet yang sangat buruk
  • Kurang berolahraga
  • Obesitas (kelebihan berat badan)
  • Stress yang terlalu berlebihan
  • Tidak pernah menjaga kebersihan sehingga sangat mudah terifeksi virus atau bakteri yang menyebabkan jantung terganggu

Berbagai macam ters juga kerap kali dilakukan guna mendiagnosa penderita penyakit jantung. Tes yang umum terjadi adalah tes darah dan rontgen. Namun ada juga pemeriksaan lanjutnya seperti EKG, CT, MRI dan tes stress untuk pemantauan jantung saat melakukan aktivitas berat.

Rekomendasi Pengobatan Menggunakan ICP Capsule

Ada banyak sekali obat jantung yang direkomendasikan baik herbal atau kimia. Untuk jenis obat herbal yang sangat dianjurkan adalah ICP Capsule.

Obat ini merupakan salah satu herbal yang akan membantung menghilangkan adanya plak yang bisa mengakibatkan penyumbatan. Secara klinis sudah terbukti bisa mencegah serta mengobati berbagai macam penyakit jantung, mencegah terjadinya stroke, penyumbatan, kolesterol, hipertensi dan kelainan kesehatan kardiovaskular lainnya.

ICP Capsule merupakan salah satu obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Tasly. Bahan alami yang digunakan berasal dari tumbuhan yang sudah teruji secara klinis bisa membantu masalah kesehatan karena penyumbatan pada bagian pembuluh darah seperti angina.

Anda juga tidak perlu khawatir dengan keamanan obatnya, karena obat ini sudah mengantongi izin resmi BPOM sebagai salah satu obat tradisional yang aman dikonsumsi.

Untuk dosis konsumsi yang dianjurkan adalah:

  • Hari ke 1 sampai 3: konsumsi 2×1 kapsul per hari ( pagi dan malam masing-masing 1 kapsul)
  • Hari ke 4 dst: konsumsi 2×2 kapsul perhari ( pagi dan malam masing-masing 2 kapsul)

Sedangkan untuk dosis perawatan dan juga pencegahan adalah:

  • Hari ke 1 sampai 14: konsumsi 2×1 kapsul per hari
  • Hari ke 15 dst: konsumsi 1×1 kapsul per hari.

Cara mengkonsumsinya ICP Capsule: Obat ini berbentuk kapsul, saat Anda ingin mengkonsumsinya, Anda bisa membuka kapsul kemudian pil atau isi kapsulnya bisa ditaruh di bawah lidah. Saat mengkonsumsinya, Anda bisa membiarkan posisi wajah menghadap ke arah atas dan biarkan juga lidah tetap ke atas selama 3 sampai 5 menit. Setelah itu Ada bisa langsung minum air. Konsumsi dengan cara tersebut dilakukan agar obatnya bisa diserap secara langsung pada pembuluh darah halus yang ada di bawah lidah tanpa lewat proses pencernaan lebih dulu.