Kenapa Jantung Berdebar dan Sesak Nafas?

Jantung berdebar atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan palpitasi yang disertai dengan sesak nafas terjadi karena jantung terdetak terlalu kuat atau kencang sehingga tidak beraturan. Sensasi dari jantung berdebar ini bahkan bisa dirasakan hingga ke tenggorokan dan juga leher. Palpitasi ini bisa dirasakan dan berlangsung sampai beberapa menit atau beberapa detik yang umumnya memang tidak berbahaya dan bahkan detak jantung bisa kembali normal dengan sendirinya. Namun dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, jantung berdebar yang diserta dengan sesak nafas juga menjadi gejala dari penyakit berbahaya. Agar lebih jelas, berikut ini akan kami ulas tentang penyebab dari jantung berdebar dan sesak nafas beserta dengan cara mengobatinya yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

Penyebab Jantung Berdebar Disertai Sesak Nafas

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan sensasi jantung berdebar dan disertai juga dengan gejala lainnya seperti sesak nafas dan beberapa diantaranya adalah:

  1. Panic Attack

Panic attack atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan serangan panik adalah keadaan yang terjadi saat jantung berdebar yang disertai dengan sesak nafas. Saat terjadi panic attack , maka terjadi perasaan seperti sedang diteror mendadak yang terkadang terjadi tanpa peringatan.

Serangan panik ini bisa terjadi kapan saja bahkan saat anda sedang tertidur dengan gejala seperti jantung berdebar, lemas, sesak nafas, pusing, sakit kepala, kesemutan pada tangan dan juga keringat dingin yang hampir sama dengan gejala serangan jantung.

Cara mengatasi:

Untuk mengatasi panic attack ini bisa diatasi dengan menggunakan beberapa jenis obat dan juga beberapa teknik gerakan atau terapi.

  • Obat anti depresi: Obat yang dipakai untuk mengatasi serangan panik.
  • Cognitive Behaviour Therapy [CBT]: Dilakukan dengan cara mencari sumber masalah penyebab serangan panik dan mencari solusi untuk mengurangi serangan panik.
  • Yoga: Dilakukan untuk merileksasi tubuh sekaligus mengurangi stress yang biasa ditimbulkan saat serangan panik.
  1. Anemia

Anemia bisa terjadi pada saat kadar hemoglobin darah menurun dari batas normal. Hemoglobin sendiri bertugas untuk mengikat oksigen, saat hemoglobin ini berkurang maka bisa menimbulkan sensasi jantung berdebar dan disertai juga dengan sesak nafas. Sedangkan untuk penyebab anemia sendiri sangat beragam mulai dari defisiensi besi, kehilangan darah, defisiensi vitamin B12 serta folat dan banyak penyebab lainnya.

Cara mengatasi:

Untuk cara mengatasi anemia harus disesuaikan dengan penyebab anemia terebut mengingat terdapat banyak jenis jenis anemia.

  • Kehilangan darah: Diatasi dengan mengganti darah yang sudah hilang dengan cairan dan juga transfusi darah.
  • Defisiensi besi: Sering terjadi pada vegetarian karena kurangnya asupan zat besi yang bisa diatasi dengan mengkonsumsi banyak daging karena tinggi akan kandungan zat besi.
  • Defisiensi vitamin B12 dan folat: Diatasi dengan mengkonsumsi banyak makanan yang tinggi akan vitamin B12 dan folat.
  1. Gagal Jantung

Salah satu gangguan pada organ jantung yakni gagal jantung bisa terjadi karena ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dengan efektif akibat kerusakan yang terjadi pada jantung. Saat gagal jantung terjadi, maka pada organ paru paru mengalami penumpukan cairan yang bisa menyebabkan penderita mengalami jantung berdebar dan sesak napas.

Baca juga: ciri serangan jantung ringan

Pada awalnya, gagal jantung ini akan menyebabkan gagal jantung selain sesak nafas. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang bisa dialami penderita seperti pusing, kelelahan dan juga mual.

Cara mengatasi:

Ada beberapa tujuan dalam pengobatan jantung seperti menurunkan risiko jantung koroner, mengurangi gejala gagal jantung dan meningkatkan harapan hidup penderita.

  • Obat obatan: Beberapa golongan obat seperti golongan diuretik bisa mengurangi penumpukan cairan pada paru paru dan juga kaki yang diminum teratur sesuai dengan anjuran dokter.
  • Operasi: Pemasangan pompa jantung mekanik seperti Left Ventricular Assist Device [LVAD] untuk memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh atau juga bisa dilakukan transplantasi jantung.
  1. Atrial Fibrilasi

Atrial fibrilasi adalah gangguan aritmia jantung yang menyebabkan organ tersebut akan berdetak tidak beraturan. Dengan ini, maka penumpukkan cairan akan terjadi pada organ paru paru sehingga bisa menimbulkan sesak nafas.

Baca juga: pencegahan jantung koroner

Cara mengatasi:

Untuk cara mengatasi atrial fibrilasi ini bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti:

  • Obat obatan: Aspirin atau warfarin yang digunakan untuk menurunkan risiko penggumpalan darah dan obat lain seperti golongan beta blocker seperti bisoprolol dan juga atenolol yang berguna untuk mengontrol detak jantung.
  • Prosedur non bedah: Electrical cardioversion untuk penderita atrial fibrilasi yang akan menerima syok elektril dari bagian luar dada yang hampir serupa dengan defibrilasi akan tetapi memakai level listrik lebih rendah dengan maksud untuk menstabilkan ritme jantung.
  • Terapi ablasi jantung: Dilakukan dengan memasukkan katetes ke bagian jantung yang mengalami gangguan konduksi dan dihancurkan secara perlahan dengan memakai radiofrequency.
  1. Coronary Artery Disease

Coronary artery disease yang juga sering disebut dengan penyakit jantung koroner yang terjadi karena menumpuknya plak lemak sehingga pembuluh darah semakin menyempit dan akhirnya menyebabkan suplai oksigen semakin berkurang.

Saat plak tersebut semakin menumpuk pada pembuluh darah maka bisa menyebabkan beberapa gejala seperti nyeri pada dada yang disebut juga dengan angina pectoris dan juga menimbulkan sesak nafas pada penderita.

Baca juga: gangguan pada pembuluh darah

Cara mengatasi:

Untuk menyembuhkan coronary artery disease ini bisa dilakukan dengan dua cara yang paling sering dilakukan seperti memasang ring jantung dan juga operasi bypass jantung.

  1. Pulmonary Hypertension

Pulmonary hypertension merupakan kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi pada ventrikel kanan dengan gejala utama seperti sesak nafas pada saat melakukan aktivitas berat seperti menaiki tangga dan akan semakin buruk jika penderita juga melakukan gaya hidup yang buruk seperti merokok, mengkonsumsi makanan berlemak dan tidak menjaga berat badan.

Cara mengatasi:

Untuk menyembuhkan pulmonary disease bisa dilakukan dengan warfarin yang berguna sebagai pencegah gejala dari pulmonary hypertension yakni jantung berdebar dan sesak nafas seperti diuretik untuk mengurangi cairan berlebih dalam tubuh, digoxin untuk meningkatkan kontraksi otot jantung sekaligus menstabilkan detak jantung.