Macam Diagnosa Penyakit Jantung Secara Medis

Penyakit jantung yang dalam istilah medis dinamakan dengan jantung koroner merupakan kondisi dimana pembuluh darah utama yang menyuplai darah menuju jantung yang mengalami kerusakan. Kolsterol yang menumpuk pada pembuluh darah dan juga proses peradangan yang sering dianggap sebagai penyebab penyakit jantung tersebut. Saat penumpukan kolesterol atau plak, maka menyebabkan pembuluh darah koroner mengalami penyempitan sehingga menyebabkan aliran darah dan juga suplai oksigen  menuju jantung akan terhambat. Ada beberapa macam diagnosa penyakit jantung yang kemungkinan akan dilakukan petugas medis untuk memeriksa keadaan pasien dan beberapa diantaranya adalah seperti yang akan kami ulas berikut ini. Baca juga: ciri serangan jantung ringan

  1. Pemeriksaan Fisik

Selain melakukan wawancara dengan pasien, petugas medis umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk penunjang diagnosa penyakit jantung yang diderita oleh pasien. Hal ini dilakukan supaya petugas medis bisa mengetahui beberapa keluhan yang mungkin diderita oleh pasien seperti nyeri dan sesak pada bagian dada dan berbagai gejala lainnya sehingga pemeriksaan fisik harus dilakukan khususnya di sekitar area jantung.

  1. Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan lab ini harus dilakukan untuk mengetahui penyebab dan juga ada atau tidaknya serangan pada organ jantung seperti kolesterol yang bisa dilakukan dengan cara pemeriksaan lab tersebut. Ada beberapa pemeriksaan lab berhubungan dengan jantung yang biasa dilakukan seperti pemeriksaan darah lengkap yakni leukosit, hematokrit dan juga hemoglobin, aspartat aminotransfersi atau AST, analisa gas darah atau AGD, kadar elektrolit, creatine kinase atau CK, kadar lemak dalam serum, gula darah dan juga CK – MB. Baca juga: pencegahan jantung koroner

  1. Angiografi Koroner atau Kateterisasi

Angiografi koroner atau kateterisasi jantung umumnya dilakukan dengan bius lokal dimana prosedurnya memiliki beberapa tahapan seperti memasukkan kateter ke arteri jantung lewat selangkangan atau kaki yang kemudian akan dialirkan tinta khusus dalam arteri jantung lewat kateter tersebut. Tujuan dari angiografi koroner tersebut adalah untuk memeriksa seberapa parah penyempitan yang terjadi dalam pembuluh darah jantung dan juga memeriksa tekanan pada bilik jantung.

  1. Pemeriksaan Elektrokardiogram

Pemeriksaan elektrokardiogram merupakan pemeriksaan aktivitas listrik otot. Meski dalam pemeriksaan ini belum cukup untuk menentukan apakah seseorang benar benar mengalami penyakit jantung, namun jika hasil pemeriksaan tidak normal, maka sudah bisa dijadikan indikasi jika otot jantung tidak mendapat suplai oksigen yang cukup. Baca juga: arteriosklerosis

Pemeriksaan elektrokardiogram ini dilakukan dengan posisi berbaring dan hanya dilakukan pada saat jantung pasien sudah dipicu dengan cara berlari diatas treadmill atau mengayuh sepeda statis yang sering disebut dengan tes latihan stres atau tes treadmill yang sangat penting untuk memeriksa gejala angina.

  1. Pemeriksaan Radiologi

Dalam pemeriksaan radiologi bisa terlihat bentuk dan juga ukuran dari jantung normal pada penderita jantung bawaan yang minor dengan lesi kecil. Jika ada kelainan berlebih yang terjadi seperti mayor, maka gambaran dari pemeriksaan radiologi tersebut akan semakin bervariasi. Kardiomegali dan peningkatan corak arteri pulmonal nantinya bisa memberi gambaran peningkatan aliran darah pulmonal yang lebih tinggi dari aliran darah sistemik.

Selain itu, dalam pemeriksaan ini juga bisa ditemukan gambaran ventrikel kanan yang semakin membesar dan juga arteri pulmonal sentral yang juga membesar namun menyempit pada perifer dimana keadaan ini umumnya akan terlihat pada resistensi pembuluh darah pulmonal tinggi dan juga pada VSD.

  1. Pemeriksaan X Ray

Pemeriksaan X Ray merupakan pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memeriksa kondisi jantung, dinding dada dan juga paru paru secara umum. Dalam pemeriksaan ini akan terlihat jika organ jantung memang mengalami pembesaran atau jika terjadi penumpukkan pada organ paru paru. Pemeriksaan ini juga berguna untuk melihat kemungkinan penyakit lainnya yang masih berhubungan dengan penyakit jantung.

  1. Tes Darah

Tes darah juga merupakan satu dari sekian macam diagnosa penyakit jantung yang terdiri dari dua jenis tes darah umum. Tes pertama adalah untuk mengukur kadar kolesterol dalam darah, sedangkan tes kedua adalah pemeriksaan enzim jantung.

Dalam tes kolesterol, pasien akan diminta untuk melakukan puasa sekitar 12 jam sebelum tes darah dilakukan agar hasil yang nantinya bisa didapat bisa lebih akurat. Untuk pelengkap pemeriksaan kadar kolesterol, beberapa tes darah nantinya juga akan dilakukan untuk melihat kinerja jantung seperti pemeriksaan enzim jantung yang bertujuan untuk melihat kerusakan pada otot organ jantung.

  1. Pemeriksaan Ekokardiogram

Pemeriksaan ekokradiogram atau EKG merupakan pemeriksaan yang sejenis dengan usg yang berfungsi untuk melihat struktur,  ketebalan dan juga gerak dari denyut jantung sampai membentuk sebuah gambaran jantung yang lebih detail. Selain berguna sebagai diagnosa penyakit jantung, tes ini juga berfungsi untuk memeriksa tingkat kinerja jantung secara menyeluruh.

  1. CT dan MRI Scan

CT dan juga MRI scan berguna untuk melihat kondisi struktur jantung lebih detail yang mungkin tidak terlihat dalam pemeriksaan menggunakan X ray.

  1. Pemantauan Holter

Monitor hotler adalah sebuah perangkat portabal yang akan digunakan pasien untuk merekam EKG berkelanjutan sekitar 24 sampai 72 jam. Pemantauan hotler ini dipakai untuk mendeteksi ketidakteraturan irama jantung yang tidak ada selama pemeriksaan EKG reguler.

  1. Tes Stress

Tes stres melibatkan detak jantung pasien dengan olahraga atau beberapa jenis obat pada saat melakukan tes dan juga pencitraan jantung untuk memeriksa bagaimana respon jantung pasien.

  1. Cardiac Computerized Tomography Scan

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa masalah pada jantung. Dalam pemeriksaan ini, pasien akan berbaring di sebuah mesin berbentuk seperti tabung panjang yang menghasilkan medan magnet. Medat magnet tersebut akan menghasilkan gambar yang nantinya bisa membantu dokter untuk mengevaluasi jantung pasien.

  1. USG Karotis

Scan dupleks karotid memakai gelombang suara untuk memperoleh gambar arteri karotis di kedua sisi leher yang berguna agar dokter bisa memeriksa penumpukan plak pada arteri untuk melihat penyakit yang diderita dan juga kemungkinan stroke.

  1. Tilt Table Test

Dokter juga kemungkinan akan melakukan tilt table test yang juga merupakan satu dari beberapa macam diagnosa penyakit jantung jika pasien yang sedang sakit sampai mengalami pingsan. Pasien nantinya akan diminta untuk berbaring diatas sebuah meja yang bisa bergerak dari posisi horizontal ke posisi vertikal. Saat meja tersebut bergerak, maka detak jantung, tekanan darah dan juga tingkat oksigen. Hasilnya nanti bisa membantu dokter untuk menentukan apakah pingsan yang terjadi pada pasien disebabkan karena penyakit jantung atau karena kondisi lainnya.