Angina pektroris atau angina merupakan salah satu gejala rasa nyeri pada bagian dada. Kondisi ini biasa disebabkan karena aliran darah dan juga oksigen yang akan menuju jantung mengalami penyumbatan, khususnya pada bagian arteri jantung. Angina pada umumnya akan menyerang orang dewasa yang sudah berusia di atas 55 tahun dengan jenis kelamin mayoritasnya adalah laki-laki. Lantas, apa saja obat angina pektroris yang biasa diresepkan untuk mengurangi gejalanya? Berikut pembahasannya.

Obat Resep Dokter Untuk Angina

Pemberian obat pada mereka yang mengalami angina ada 2 jenis, yaitu obat ketika angina menyerang sesekali dan obat ketika angina sering terjadi.

  • Obat angina yang sesekali terjadi

Jika penderita hanya mengalami gejala angina sesekali saja, biasanya pemberian obat glyceryl trinitrate akan lebih diutamakan karena bisa meredakan angina dalam waktu cukup singkat. Obat ini masuk ke dalam golongan obat nitrat yang sangat bermanfaat terutama untuk melebarkan pembuluh darah serta menenangkan jantung sehingga alirannya bisa lancar kembali.

Namun ada efek samping dari obat ini, yaitu pusing dan biasanya juga disertai dengan kondisi kulit kemerahan (tidak semua orang). Obat gylceryl bisa dikonsumsi saat angina sedang menyerang dan saat gejalanya tidak kunjung reda dalam waktu 5 menit.

  • Obat angina yang sering terjadi

Sementara itu jika penderita sering sekali mendapatkan angina, biasanya dokter akan memberikan beberapa resep khusu, seperti:

  1. Aspirin

Ya, aspirin biasanya akan menjadi anjuran untuk mereka yang sangat sering mengalami gejala angina. Aspirin masuk ke dalam golongan antiplatelet atau pengencer darah, manfaatnya untuk meredakan dan juga menghindari adanya penggumpalan pada darah serta menekan resiko adanya serangan jantung. Sementara untuk iritasinya biasanya ada iritasi pada bagian perut, mengalami mual dan sedikit masalah pada pencernaan. Sebaiknya hindari memberikan obat pada anak atau remaja yang usianya masih di bawah 16 tahun (kecuali jika disarankan dokter)

  1. Beta blocker

Ini merupakan jenis obat penghambat beta yang akan membantu menstabilkan kembali tekanan darah dan membantu menenangkan denyut jantung. Obat ini juga akan membantu pelebaran pembuluh darah sehingga bisa melancarkan kembali aliran darah. Sementara untuk efek samping yang mungkin akan didapat adalah diare, mual, berkeringat dan lelah.

  1. Anti pembekuan

Obat anti pembekuan darah juga kerap kali diberikan pada mereka yang mengalami angina dengan sangat sering. Obat ini akan akan mencegah sel platelet darah yang menempel. Sementara untuk efek samping yang mungkin saja dialami adalah rambut yang rontok, pusing dan ada memar pada kulit.

  1. Calcium channer blockers

Selanjutnya adalah obat yang akan menghambat kanal kalsium, dengan memberikan manfaat melebarkan pembuluh darah serta membuat otot dinding arteri menjadi rileks kembali.

  1. Statin

Statin juga salah satu obat yang biasanya akan diresepkan dokter terutama pada penderita jantung yang sangat sering mengalami gejala angina. Kegunaanya adalah untuk menghambat enzim penghasil kolesterol di dalam hati serta menekan adanya resiko terkena serangan jantung dan juga stroke. Obat ini akan bekerja dengan cara meresap kolesterol yang sudah diakumulasikan menjadi plak dan menempel pada bagian dinding arteri serta memberikan manfaat positif lainnya untuk kesehatan jantung. Sementara itu statin juga memiliki efek samping, diantaranya nyeri pada perut, diare dan kontipasi.

  1. ACE inhibitors

Pada dasarnya pemberian obat pada penderita angina tidak jauh berbeda dengan pemberian obat pada orang yang memiliki penyakit jantung, karena memang keduanya saling berhubungan, dimana angina merupakan salah satu gejala dari kelainan jantung. Nah, untuk ACE inhibitors sendiri kerap kali diberikan pada mereka yang memiliki penyakit jantung dengan sering merasakan angina. Obat ini akan membantu menghambat hormone yang disebut angiotensin II (yang menjadi pemicu penyempitan pada pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah di dalam tubuh).

ACE inhibitors juga akan membantu mengurangi pasokan darah yang menuju ginjal. Oleh sebab itu sangatlah disarankan Anda bisa memeriksakan kondisi ginjal lewat tes darah dan urin sebelum ingin mengkonsumsi obatnya.

  1. Ivabradine

Ivabradine merupakan salah satu jenis obat yang akan membantu menurunkan kecepatan pada denyut jantung (mirip dengan beta blockers) dan membantu menurunkan gejala angina secara perlahan. Sementara itu, efek samping dari konsumsi obat ini adalah mata buram sehingga penderita tidak disarankan melakukan aktivitas beresiko setelah mengkonsumsi obat ini.

  1. Ranolazine

Ranolazine merupakan obat yang akan membantu merileksasikan kembali otot jantung dan membantu peningkatan aliran darah sehingga bisa berjalan lancar. Pada umumnya obat ini akan diresepkan bagi mereka yang mengalami gagal jantung dan juga aritmia yang sering mengalami angina karena tidak akan berpengaruh pada kecepatan denyut jantung. Efek samping yang mungkin saja dialami antaranya lain, mudah mengalami rasa lemas, konstipasi, dan merasakan pusing.

  1. Nicorandril

Nicorandril merupakan obat yang mengandung penggerak kalium. Manfaatnya akan membantu pelebaran pembuluh arteri serta melancarkan kembali peredaran darah yang akan menuju jantung. Pada umumnya obat ini bisa digunakan sebagai salah satu pengganti obat kanal kalsium untuk penderita yang memiliki masalah medis tertentu. Sementara itu untuk efek sampingnya, biasanya penderita akan mengalami mual dan pusing.

Itulah beberapa obat angina pektroris yang sering diresepkan dokter. Apabila setelah mengkonsumsi obat resep dari dokter kondisi Anda tidak kunjung membaik, akan lebih baik Anda segera memeriksakan kesehatan pada dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.