Trombosis Koroner – Penyebab dan Cara Pengobatannya

Jantung merupakan bagian yang cukup vital di dalam tubuh manusia. Jantung tidak hanya bekerja memompa darah yang mengalir seluruh seluruh otot di dalam tubuh namun juga memiliki fungsi lainnya yang mana cukup penting. Jika sampai jantung mengalami gangguan, maka tentu saja kerja jantung dapat terganggu dan menyebabkan permasalahan pada tubuh. Salah satu gangguan pada jantung yang seringkali menyerang manusia adalah penyakit thrombosis koroner atau penyakit jantung. Penyakit jantung ini menunjukkan jika terjadi hambatan atau sumbatan yang ada di arteri koroner yang menyebabkan pasokan darah yang menuju otot-otot jantung menjadi berkurang bahkan tidak ada. Jika dibiarkan maka hal ini tentunya akan mengancam nyawa. Nah kali ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai penyebab hingga cara mengobati penyakit jantung ini.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Ada beberapa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang dapat mengalami jantung koroner, apa sajakah itu? Berikut ini penjelasannya.

1. Kolestrol Tinggi

Kolestrol adalah jenis lemak yang berasal dari lemak jenuh yang ada di dalam makanan meskipun kolestrol memiliki fungsi yang penting bagi kesehatan sel-sel di dalam tubuh, namun jika terlalu banyak bisa memicu penyakit jantung. LDL atau kolestrol jahat ini merupakan jenis kolestrol yang dapat menumpuk di bagian dinding arteri koroner dalam sehingga menyebabkan resiko penyakit jantung koroner.

2. Diabetes

Kadar gula di dalam darah yang cukup tinggi pada penderita diabetes akan menyebabkan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Penyakit diabetes akan membuat lapisan di dalam pembuluh darah menebal. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan aliran darah yang menuju jantung menjadi terbatas.

3. Tekanan Darah Tinggi

Bagi penderita hipertensi kronis, yaitu dengan tekanan darah sistoliknya mencapai 140 mm HG atau lebih maupun yang memiliki tekanan diastolic 90 mmHg atau lebih memiliki resiko yang dapat memicu jantung koroner. Baca juga: cara pencegahan angina pektoris

4. Trombosis

Gumpalan darah yang ada di dalam arteri koroner atau thrombosis dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga mencegah aliran darah yang menuju ke otot jantung. Biasanya hal ini terjadi di tempat yang sama dengan aterosklerosis berada. Akibatnya tentu saja dapat menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung.

Selain penyakit, ada beberapa faktor lainnya yang dapat meningkatkan penyakit trombosis koroner seperti:

  • Kebiasaan olahraga yang kurang teratur
  • Obesitas
  • Memiliki riwayat keluarga yang juga mengalami penyakit jantung
  • Mengkonsumsi alcohol secara berlebihan
  • Merokok
  • Berusia lanjut
  • Pola makan yang kurang sehat
  • Stress dan depresi

Pengobatan

Lalu apakah penyakit jantung koroner ini bisa diobati? Tentu saja bisa. Ada 2 metode yang biasanya ditawarkan oleh dokter  yaitu dengan menggunakan obat-obatan ataupun melalui jalur operasi. Baca juga: ciri ciri jantung koroner

1. Obat-Obatan

Untuk obat-obatan yang diberikan bagi penderita jantung koroner antara lain adalah:

  • ACE inhibitor
  • Calcium Channel Blockers
  • Nitrat
  • Beta Blockers
  • Obat anti-koagulan yang diperuntukkan agar mencegah gumpalan darah terbentuk

Khusus bagi orang yang memiliki resiko tinggi menderita thrombosis arteri, maka dokter akan merekomendasikan untuk mengkonsumsi obat-obatan di bawah ini:

  • Statin, digunakan untuk mengatasi tingkat kolestrol yang tinggi, misalnya simvastatin atau atorvastatin
  • Antikoagulan dan antiplatelet, mengurangi terbentuknya gumpalan darah
  • Antihipertensi, mengurangi tekanan darah pada tubuh

2. Operasi Jantung Koroner

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jalur operasi juga dimungkinkan untuk pengobatan jantung koroner. Pengobatan jalur operasi dilakukan jika penderita memiliki kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Angina tidak stabil dan tidak responsive pada pengobatan
  • Memiliki sindrom koroner akut
  • Angina berat dengan episode yang berulang ulang dan berlangsung melebihi 20 menit
  • Tanda-tanda penyakit jantung koroner sudah parah

Dalam prosedur operasi ini ditujukan untuk membuka penyumbatan arteri yang diakibatkan thrombosis. Ada 3 metode yang diterapkan di dalam prosedur pembedahan antara lain adalah:

  • Coronary artery bypass graft (CABG), metode ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi thrombosis yag ada di pembuluh arteri jantung koroner. CABG ini dilakukan dengan mengambil pembuluh darah yang ada di bagian tubuh lainnya dan dicangkokan untuk dijadikan pembuluh arteri dan nantinya melewati pembuluh arteri koroner yang mengalami mengalami penyumbatan. Baca juga: terapi penyumbatan pembuluh darah jantung
  • Embolektomi, metode pengobatan ini dilakukan dengan mengangkat gumpalan darah yang ada di bagian pembuluh darah yang tersumbat. Metode ini menggunakan balon kateter atau yang dikenal dengan pembedahan terbuka
  • Angioplasti, metode pembedahan ini membukan pembuluh arteri yang mengalami penyumbatan dengan alat balo kateter. Pembuluh darah yang mengalami penyumbatan akan dilebarkan dan dipasangkan stent agar menjaga bukaan arteri ketika dibutuhkan.

Bagi anda yang sudah memiliki resiko penyakit jantung koroner, penting untuk melakukan berbagai pencegahan yang dapat mengurangi resiko serangan jantung. Anda bisa mulai menjalani pola hidup yang sehat.

  • Kurangi atau bahkan hentikan merokok dan konsumsi alkohol
  • Konsumsi makanan yang sehat serta memiliki kandungan lemak jenuh, garam, dan kolestrol yang rendah
  • Bagi anda yang memiliki berat badan berlebih, maka segera turunkan berat badan anda
  • Kunjungi dan periksakan diri secara teratur ke dokter. Lakukan pemeriksaan tekanan darah dan kolestrol darah secara rutin
  • Jaga pola makan dengan mengkonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang

Nah itu tadi penjelasan mengenai penyakit thrombosis koroner berserta penjelasan lengkap mengenai penyebab serta cara pengobatan yang tepat bagi penderita jantung koroner ini. Bagi anda yang memiliki resiko terkena penyakit jantung koroner, maka segera ubah gaya hidup anda. mulailah dengan gaya hidup yang lebih sehat dan rutinlah memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi anda,