Apa yang Terjadi Saat Operasi Bypass?

Apa yang Terjadi Saat Operasi Bypass?

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Penyakit arteri koroner merupakan suatu kondisi kurangnya asupan darah pada otot jantung akibat pembuluh darah arteri koroner yang tersumbat baik sebagian maupun seluruhnya. Coronary artery bypass grafting (CABG) atau operasi bypass adalah salah satu prosedur untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh penyumbatan arteri koroner ini. Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sebagian pembuluh darah arteri atau vena pada bagian tubuh lain dan menghubungkannya pada aorta (pembuluh darah arteri besar yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh) ke pembuluh darah koroner melewati titik lokasi sumbatan. Dengan kata lain prosedur ini adalah pembentukan saluran pembuluh darah baru melewati (bypassing) lokasi arteri koroner yang tersumbat. Pembuluh darah yang digunakan sebagai “jalur baru” atau graft umumnya adalah pembuluh darah vena yang diambil dari kaki atau pembuluh darah arteri yang diambil dari balik tulang dada atau lengan. Umumnya, arteri yang digunakan sebagai graft dapat bertahan dengan baik selama 10 tahun pasca operasi. Namun, graft pembuluh darah vena lama kelamaan dapat tersumbat kembali. Rata-rata graft pembuluh darah vena akan tersumbat sebesar 15% setelah 1 tahun pasca operasi, bahkan sepertiga diameternya dapat tersumbat setelah 5 tahun pasca operasi.

    Prosedur ini memakan waktu sekitar 2 hingga 4 jam, bergantung dari jumlah pembuluh darah yang dibutuhkan. Sebelum prosedur operasi dimulai, pasien akan diberikan bius total terlebih dulu. Setelah itu, pembedahan dimulai pada bagian tengah dada, dari pangkal leher hingga bagian atas perut. Jenis operasi ini disebut dengan operasi jantung terbuka. Terkadang, dokter ahli dapat menggunakan perangkat khusus untuk memperkecil besarnya sayatan dan tanpa membuka tulang dada.

Apa yang Terjadi Saat Operasi Bypass?

    Pada saat operasi, umumnya jantung dalam keadaan berhenti berdetak untuk memudahkan proses operasi. Fungsi suplai darah dan oksigen ke seluruh tubuh selama operasi digantikan oleh mesin jantung-paru. Namun, jika hanya dibutuhkan satu atau dua graft saja, maka jantung dapat dibiarkan berdetak selama operasi. Prosedur ini disebut dengan operasi off-pump bypass. Perawatan pasca operasi umumnya memerlukan 5 hingga 7 hari rawat inap. 

    Risiko yang mungkin terjadi dalam prosedur ini adalah henti jantung dan stroke. Bagi mereka dengan ukuran jantung normal, tidak ada riwayat serangan jantung dan faktor risiko lain, risiko serangan jantung pasca operasi hanya sebesar 5%, risiko stroke sebesar 2-3% dan kematian kurang dari 1%. Namun, risiko-risiko pasca operasi ini akan lebih tinggi pada mereka yang telah mengalami penurunan fungsi pompa jantung, terutama fungsi bilik kiri, adanya riwayat serangan jantung atau komplikasi kardiovaskuler lainnya. Beberapa orang dapat juga mengalami perubahan perilaku dan pola pikir pasca operasi yang bervariasi, ringan hingga berat. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga satu tahun. Risiko ini lebih sering ditemukan pada pasien lanjut usia. 

"ObatJantung.ID dan Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Jantung. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif."

Mungkin anda menyukai ini

Apa yang Terjadi Saat Operasi Bypass?
Apa yang Terjadi Saat Operasi Bypass?
Pembuluh Darah: Saluran Penyuplai Kehidupan
Pembuluh Darah: Saluran Penyuplai Kehidupan
Bincang Kita : Sakit Jantung, Apakah Harus Selalu Operasi?
Bincang Kita : Sakit Jantung, Apakah Harus Selalu Operasi?