Detak Jantung Tidak Teratur, Kenali Penyakit Aritmia

Detak Jantung Tidak Teratur, Kenali Penyakit Aritmia

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM – Aritmia merupakan salah satu masalah pada organ jantung berupa irama detak jantung yang tidak beraturan. Penyakit ini bisa jadi tidak menimbulkan gejala atau tanda apapun pada penderitanya, namun secara umum aritmia dapat menimbulkan rasa sakit di dada, sesak napas, dada berdebar, pusing, hingga pingsan. Hal ini perlu diwaspadai karena seseorang dapat mengalami aritmia meskipun dirinya sedang dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Penyakit aritmia akan lebih beresiko terjadi pada seseorang yang pernah mengalami serangan jantung, memiliki kelainan jantung bawaan, memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, mengonsumsi kafein, mengonsumsi obat-obat tertentu, mengalami ketidakseimbangan elektrolit dalam darah (natrium dan kalium), baru selesai berolahraga, dan sedang mengalami stres atau kecemasan. Gangguan pada irama detak jantung ini terjadi ketika sinyal listrik yang mengkoordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan baik sebagaimana mestinya dan akhirnya menyebabkan jenis aritmia yang berbeda-beda, diantaranya adalah:
a. Takikardia, yaitu kondisi irama jantung yang berdetak terlalu cepat;
b. Bradikardia, yaitu kondisi irama jantung yang berdetak terlalu lambat;
c. Blok Jantung, yaitu kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat dari biasanya dan bisa menyebabkan penderitanya pingsan;
d. Fibrilasi Atrium, merupakan jenis aritmia yang paling umum terjadi dengan kondisi detak jantung tidak teratur dan lebih cepat dari biasanya;
e. Fibrilasi Ventrikel, merupakan kondisi irama detak jantung yang langka terjadi, jantung berdetak cepat dan tidak teratur sehingga bisa menyebabkan penderitanya hilang kesadaran bahkan kematian mendadak jika tidak segera ditangani.

Detak Jantung Tidak Teratur, Kenali Penyakit Aritmia

Beberapa jenis aritmia dapat menimbulkan komplikasi penyakit Stroke, Gagal Jantung, bahkan kematian mendadak jika tidak ditangani segera dengan tepat. Aritmia dapat didiagnosis dengan beberapa prosedur medis seperti Elektrokardiogram (EKG), Holter Monitor (EKG Portable), Event Monitor, Implan Perekam Jantung, Stress Test, Ekokardiogram, Kateterisasi Jantung, Elektrofisiologi, dan Head-up Tilt Table Test. Metode pengobatan aritmia dilakukan dengan cara yang berbeda-beda bergantung pada jenis aritmia dan tingkat keparahannya. Jika masih ringan, pengobatan aritmia cukup dengan menggunakan obat-obatan Antiaritmia, Pengontrol Detak Jantung, dan Antikoagulan atau antiplatelet seperti warfarin (pengencer darah) atau Aspirin untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit stroke atau pembekuan darah. Perubahan gaya hidup juga diperlukan untuk mengurangi faktor resiko terjadinya aritmia seperti berhenti merokok, minum minuman beralkohol, dan minuman berkafein. Namun tidak semua jenis aritmia cukup ditangani dengan pemberian obat-obatan yang sudah disebutkan sebelumnya saja, melainkan dibutuhkan penanganan medis lain seperti operasi jantung atau metode penanganan medis lainnya untuk mengobati masalah irama detak jantung ini.

"ObatJantung.ID dan Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Jantung. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif."

Mungkin anda menyukai ini

Peran dan pengobatan holistik jantung A la Ibnu Sina
Peran dan pengobatan holistik jantung A la Ibnu Sina
Tahap Awal Serangan Jantung: Aterosklerosis
Tahap Awal Serangan Jantung: Aterosklerosis
Miokarditis, penyakit peradangan pada otot jantung
Miokarditis, penyakit peradangan pada otot jantung