Faktor Risiko Jantung Koroner: Seberapa Besar Peluang Anda?

Faktor Risiko Jantung Koroner: Seberapa Besar Peluang Anda?

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Aterosklerosis adalah keadaan dimana terjadi perubahan pada dinding pembuluh darah arteri yang ditandai dengan adanya akumulasi lipid atau lemak darah. Penyakit ini merupakan responss dari peradangan pada pembuluh darah arteri, progresif dan dapat menyebabkan penebalan serta pengerasan dinding arteri sehingga kaku dan rapuh.

    Faktor penyebab aterosklerosis dibedakan menjadi dua yaitu faktor risiko mayor dan minor. Faktor risiko mayor diantaranya umur, jenis kelamin, keturunan, merokok, hiperlipidemia (kadar lemak darah tinggi), hiperhormosistein (kadar asam amino homosistein tinggi). Sedangkan faktor risiko minor adalah stress, alkohol, diet dan nutrisi.

Berikut hubungan faktor risiko mayor pada penderita aterosklerosis.

1 Umur, jenis kelamin dan keturunan

Umur mempunyai hubungan yang kuat dengan kejadian aterosklerosis dimana penyakit tersebut mengikuti pertambahan umur disertai dengan pengaruh faktor – faktor risiko lainnya. Risiko terkena aterosklerosis meningkat setelah usia 45 tahun pada pria, dan 55 tahun pada wanita. Penyakit ini juga rentan terjadi pada pria. Karena pada wanita ditemukan efek perlindungan hormon estrogen yang merupakan imunitas wanita pada usia sebelum menopause. Riwayat jantung koroner pada keluarga juga dapat meningkatkan risiko terkena aterosklerosis.

2 Merokok

Seorang perokok  yang menghabiskan rokok lebih dari satu pak perhari berisiko dua kali lebih tinggi dibanding mereka yang tidak merokok. Asap rokok menyebabkan bertambahnya kadar karbonmonoksida dalam aliran darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya cedera pada lapisan dinding arteri. Selain itu merokok dapat menurunkan kada High Density Lipiprotein (kolesterol baik) dan meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (kolesterol jahat). Bahan kimia dalam rokok juga dapat mempersempit arteri dan semakin mengurangi jumlah darah yang sampai ke jaringan. Merokok pun dapat meningkatkan kecenderungan untuk terjadinya bekuan darah.

3 Hiperlipidemia

Hiperlipidemia adalah peningkatan kolesterol dan atau trigiserida darah di atas batas normal. Penyebab utama hiperlipidemia adalah obesitas (kegemukan), asupan alkohol berlebihan, diabetes melitus, hipotiroidisme, dan sindrom nefrotik. Kadar kolesterol LDL yang tinggi menjadi pemeran utama kerusakan dinding pembuluh darah.

Faktor Risiko Jantung Koroner: Seberapa Besar Peluang Anda?

 4 Hipertensi

Hipertensi atau tingginya tekanan darah sangat erat kaitannya dengan penderita penyakit jantung. Peningkatan tekanan darah dapat meningkatkan resistensi atau tahanan terhadap pemompaan darah oleh jantung sehingga beban kerja jantung bertambah.

5 Kurangnya aktivitas fisik

Menurut Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Medern asal Persia, salah satu faktor penting bagi kesehatan jantung adalah aktivitas fisik. Pada saat beraktivitas, akan terjadi dua perubahan pada sistem kardiovaskuler, yaitu peningkatan curah jantung dan redistribusi aliran darah dari organ yang kurang aktif ke organ yang aktif. Aktivitas aerobik secara teratur dapat menurunkan risiko Penyakit Jantung Koroner. Olahraga secara teratur juga akan menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol dan lemak darah, meningkatkan HDL lipoprotein dan memperbaiki sirkulasi koroner.

6 Diabetes Melitus

Diabetes menyebabkan kerusakan progresif terhadap sususnan mikrovaskular maupun arteri yang lebih besar selama bertahun – tahun. Bahkan sekitar 75% penderita diabetes mengalami komplikasi penyakit kardiovaskular.

7 Obesitas

Obesitas atau kegemukan sering didapatkan bersamaan dengan hipertensi, Diabetes Melitus, dan hipertrigliserdemia. Risiko Penyakit Jantung Koroner akan meningkat bila berat badan mulai melebihi 20% dari berat badan ideal.

8 Hiperhormosistein

Homosistein (HoCys) berlebih dapat mempermudah pembentukan plak yang akan memicu terjadinya atrosklerosis. Asam amino homosistein banyak ditemukan pada daging merah.

Mencegah terjadinya aterosklerosis dapat dilakukan dengan berhenti merokok, menjaga dan mengontrol tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan diet dan nutrisi yang tepat, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.

"ObatJantung.ID dan Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Jantung. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif."

Mungkin anda menyukai ini

Faktor Risiko Jantung Koroner: Seberapa Besar Peluang Anda?
Faktor Risiko Jantung Koroner: Seberapa Besar Peluang Anda?
Jantung: Organ Vital Pemompa Darah
Jantung: Organ Vital Pemompa Darah
Apa yang Terjadi Saat Operasi Bypass?
Apa yang Terjadi Saat Operasi Bypass?