Gagal Jantung: Ancaman Pusat Kehidupan

Gagal Jantung: Ancaman Pusat Kehidupan

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Gagal jantung merupakan tahap terakhir dari seluruh penyakit jantung. Faktor yang dapat menyebabkan gagal jantung diantaranya adalah kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi, kadar kolesterol tinggi, kelebihan berat badan hingga stres. Namun ada faktor lainnya yang tidak bisa dihindari, yaitu faktor keturunan, latar belakang keluarga, faktor usia dan jenis kelamin.

   Gagal jantung suatu keadaan dimana jantung tidak dapat lagi memompa darah ke jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Gagal jantung juga merupakan sindrom kompleks dengan gejala yang khas seperti sesak saat beraktifitas atau bahkan saat sedang beristirahat, kelelahan, serta tanda adanya penumpukan cairan seperti kongesti paru dan bengkak pada tungkai. Tanda khas yang umumnya muncul pada penderita gagal jantung antara lain berdebar – debar, nyeri dada, mual, perut begah, penurunan berat badan, cepat lelah, takikardi (denyut jantung lebih cepat dari nilai normal), takipneu (nafas cepat), ronkhi (bunyi paru tambahan), efusi pleura (penumpukan cairan pada selaput paru), bengkak pada pergelangan kaki dan pergelangan tangan, dan pembesaran jantung. Pada gagal jantung, jantung tidak dapat menghantarkan curah jantung yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.

Gagal Jantung: Ancaman Pusat Kehidupan

   Berdasarkan gejala dan aktifitas fisik, gagal jantung dapat dibagi menjadi empat kelas. Kelas I pada gagal jantung tidak menimbulkan kelelahan, palpitasi (berdebar) atau sesak nafas. Kelas II tidak terdapat keluhan saat beristirahat, namun aktifitas fisik sehari – hari dapat menimbulkan kelelahan, palpitasi atau sesak nafas. Kelas III tidak terdapat keluhan saat istirahat, tetapi aktifitas ringan menyebabkan kelelahan, palpitasi dan sesak nafas. Kelas IV terdapat gejala bahkan saat beristirahat.

Penurunan kerja jantung atau gagal jantung bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kegagalan pompa, sumbatan aliran darah, regurgitasi (kebocoran), dan gangguan listrik jantung.

Penetapan diagnosa Gagal Jantung dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti rekam jantung maupun ekokardiografi.

   Ibnu Sina, dokter tersohor asal Persia pada abad ke-10, menjelaskan secara rinci mengenai pencegahan penyakit jantung dan pemeliharaan kesehatan. Salah satu faktor yang paling penting adalah olahraga. Menurut Ibnu Sina, pola olahraga tepat dengan durasi cukup dapat mencegah dan memerbaiki penyakit jantung. Faktor yang tidak kalah penting adalah pola diet. Apapun yang dikonsumsi akan meninggalkan “ampas” pada tubuh dan lama kelamaan akan menumpuk serta merusak tubuh. Karena itu, penting untuk memerhatikan pola sehat seimbang dengan porsi yang cukup.

"ObatJantung.ID dan Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Jantung. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif."

Mungkin anda menyukai ini

Peran dan pengobatan holistik jantung A la Ibnu Sina
Peran dan pengobatan holistik jantung A la Ibnu Sina
Apa yang Terjadi Saat Operasi Bypass?
Apa yang Terjadi Saat Operasi Bypass?
Berkenalan dengan Penyakit Jantung Koroner
Berkenalan dengan Penyakit Jantung Koroner