Kardiomiopati, Penyakit Jantung yang Mempersulit Jantung Memompa Darah

Kardiomiopati, Penyakit Jantung yang Mempersulit Jantung Memompa Darah

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM – Kardiomiopati merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang berkaitan dengan kelainan pada otot jantung. Pada kondisi ini otot jantung menjadi lemah akibat ada masalah pada strukturnya seperti membesar (melebar), menebal, menipis, atau menegang sehingga kondisi ini kerap juga disebut dengan penyakit lemah jantung. Otot jantung yang melemah menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah dengan baik sehingga berpotensi tinggi menyebabkan detak jantung tidak beraturan (aritmia), darah menumpuk di paru-paru, berkurangnya cadangan darah ke paru-paru bahkan seluruh tubuh, masalah pada katup jantung, dan terjadinya kegagalan jantung.

Penyebab Penyakit Jantung Kardiomiopati

Kardiomiopati dapat terjadi pada siapapun di segala usia, namun kondisi ini cenderung ditemukan pada orang dewasa dan lansia. Dilansir dari CDC, diperkirakan sekitar 1 dari 500 orang berpotensi mengalami kardiomiopati. Penyebab penyakit jantung kardiomiopati terkadang tidak dapat diketahui, akan tetapi ada kondisi-kondisi tertentu yang dapat menyebabkan kardiomiopati, yaitu adanya riwayat keluarga yang mengalami kardiomiopati, Penyakit Jaringan Ikat, Penyakit Autoimun, Penyakit Jantung Koroner, penyakit yang dapat merusak jantung (Hemokromatosis, Sarcoidosis, atau Amyloidosis), Penyakit Endokrin (termasuk kondisi tiroid dan diabetes), infeksi pada otot jantung, alkoholisme jangka panjang atau penggunaan kokain, kondisi otot seperti distrofi otot1, dan kehamilan.

Kardiomiopati, Penyakit Jantung yang Mempersulit Jantung Memompa Darah

Jenis-jenis Penyakit Jantung Kardiomiopati

Jantung lemah atau kardiomiopati dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan bagaimana penyakit ini memengaruhi otot jantung. 

Kardiomiopati Dilatasi (Dilated Cardiomyopathy)

Kondisi ini terjadi saat ruang bilik (ventrikel) kiri jantung membesar atau melebar dan dinding otot jantungnya menjadi lebih tipis sehingga tidak dapat secara efektif memompa darah keluar darah dari jantung. Penyebab paling umum kondisi ini adalah karena penyakit jantung koroner atau serangan jantung dan disebabkan oleh cacat genetik. Jenis kardiomiopati ini lebih sering terjadi pada pria dan merupakan bentuk paling umum dari kardiomiopati pada anak-anak.

Kardiomiopati Hipertrofik (Hypertrophic cardiomyopathy)

Pada kondisi ini, otot jantung pada dinding ventrikel, ruang bawah jantung, atau septum (dinding yang memisahkan sisi kiri dan kanan jantung) mengalami penebalan yang tidak normal sehingga ruang ventrikel menjadi sempit, tersumbat, dan jantung menjadi lebih sulit untuk memompa darah. Kebanyakan pasien yang menderita penyakit ini memiliki riwayat penyakit kardiomiopati dalam keluarga atau mutasi genetik tertentu. Kondisi ini sering muncul pada masa kanak-kanak atau dewasa awal dan sering menjadi penyebab kematian mendadak pada remaja dan atlet dewasa muda.

Kardiomiopati Restriktif (Restrictive cardiomyopathy)

Kardiomiopati restriktif terjadi ketika ventrikel menjadi kaku dan kurang elastis, tetapi dinding jantung tidak menebal. Akibatnya, ventrikel menjadi tegang dan tidak terisi oleh volume darah yang cukup. Penyebab penyakit ini terjadi tanpa alasan yang diketahui, namun bisa disebabkan oleh penyakit di bagian tubuh lainnya yang memengaruhi jantung seperti amiloidosis atau hemokromatosis.

Displasia Ventrikel Kanan Aritmogenik (Arrhythmogenic right ventricular dysplasia (ARVD))

ARVD merupakan penyakit jantung yang paling langka terjadi. Pada kondisi ini, jaringan otot di ventrikel kanan jantung digantikan dengan lemak atau jaringan berserat sehingga dapat mengakibatkan gangguan sistem elektrik jantung dan berpotensi menyebabkan detak jantung tidak beraturan atau Aritmia. ARVD umumnya menyerang seseorang berusia remaja atau dewasa muda dan terjadi karena faktor turunan akibat mutasi genetik. 

Kardiomiopati Peripartum (Peripartum Cardiomyopathy)

Berbeda dengan empat jenis kardiomiopati sebelumnya, kardiomiopati peripartum terjadi pada saat kehamilan atau beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Kondisi ventrikel dan otot jantung pada kondisi ini serupa dengan kardiomiopati dilatasi.

Kardiomiopati Takotsubo (Takotsubo cardiomyopathy)

Kardiomiopati takotsubo juga biasa dikenal dengan sindrom patah hati. Jenis penyakit jantung ini terjadi ketika stres ekstrem menyebabkan kegagalan otot jantung dan umumnya terjadi pada wanita pascamenopause.

Ventrikel Kiri Nonkompaksi (Left Ventricular Noncompaction)
Kondisi ini terjadi ketika sel-sel otot jantung tidak memadat, yang menyebabkan lekukan kecil pada otot dan tampak kenyal. 

Kardiomiopati Tidak Terklasifikasi (Unclassified Cardiomyopathy)

Jenis kardiomiopati lainnya yang tidak termasuk ke dalam tipe-tipe kardiomiopati sebelumnya.

 

1. Distrofi Otot : kelompok penyakit yang menyebabkan otot menjadi lemah, kehilangan massa, dan kehilangan fungsinya

"ObatJantung.ID dan Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Jantung. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif."

Mungkin anda menyukai ini