Miokarditis, penyakit peradangan pada otot jantung

Miokarditis, penyakit peradangan pada otot jantung

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM – Miokarditis merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang terjadi akibat otot jantung atau miokardium mengalami peradangan sebagai respon sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi. Miokarditis dapat menyerang siapa saja, termasuk dewasa muda, anak-anak, bahkan bayi dengan populasi yang berisiko tinggi pada usia pubertas hingga awal 30-an tahun, jenis kelamin pria pun ternyata dua kali lebih berisiko daripada wanita mengalami jenis penyakit jantung ini.


Penyebab Penyakit Jantung Miokarditis

Ada banyak penyebab penyakit jantung miokarditis, diantaranya adalah akibat infeksi virus (adenovirus penyebab virus flu biasa, covid-19, hepatitis B dan C, parvovirus penyebab ruam ringan, dan virus herpes simpleks), bakteri (staphylococcus dan streptococcus), parasit (trypanosoma cruzi dan toksoplasma) dan jamur (candida, aspergillus, dan histoplasma). Namun miokarditis juga dapat disebabkan adanya reaksi alergi terhadap obat, terkena paparan bahan kimia atau radiasi, dan bisa terjadi pada pasien dengan riwayat penyakit autoimun seperti lupus atau sarcoidosis. Peradangan di miokardium ini dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan jantung dalam memompa darah sehingga kebutuhan darah di seluruh bagian tubuh tidak tercukupi. Selain itu, miokarditis juga dapat menimbulkan penggumpalan darah pada jantung sehingga bisa menyebabkan stroke, serangan jantung, dan menyebabkan irama jantung yang cepat dan tidak teratur (aritmia).

Miokarditis, penyakit peradangan pada otot jantung

Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan Jantung Miokarditis

Gejala penyakit jantung miokarditis dapat berbeda-beda pada masing-masing penderitanya, namun gejala umum yang sering dialami penderita miokarditis yaitu demam, sakit kepala dan pusing, sesak napas, detak jantung abnormal, nyeri dada seperti ditusuk, kelelahan, dan penumpukan cairan disertai pembengkakkan pada kaki. Sebagian besar kasus miokarditis bisa saja tidak memiliki gejala sehingga tidak terdiagnosis, namun jika timbul gejala penyakit jantung miokarditis pasien dapat didiagnosis dengan pengecekan laboratorium darah, elektrokardiogram (EKG), ekokardiogram, rontgen dada, magnetic resonance imaging (MRI), dan terkadang biopsi jantung atau kateterisasi jantung. Dalam pengobatan jantung miokarditis, bisa saja pasien dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu menjalani pengobatan jantung tertentu, biasanya dokter hanya akan meresepkan obat-obatan yang sesuai dengan gejala yang dialami seperti obat kortikosteroid1, beta blocker2, diuretik3, atau pemberian obat jantung lainnya dengan cara injeksi intravena (IV)4. Dalam kasus yang serius seperti terjadinya aritmia, dokter mungkin akan memasangkan alat pacu jantung, defibrillator cardioverter implan (ICD), alat bantu ventrikel, dan extracorporeal membrane oxygenation (ECMO). Jika kondisi penderita miokarditis tidak membaik dan menyebabkan gagal jantung parah maka pasien memerlukan pengobatan jantung lainnya seperti transplantasi jantung.


1. Kortikosteroid : obat yang mengandung hormon steroid yang berguna untuk menambah hormon steroid dalam tubuh, meredakan peradangan atau inflamasi, dan menekan kerja sistem kekebalan tubuh yang berlebihan.
2. Beta blocker : golongan obat yang digunakan untuk menangani kondisi-kondisi yang ada pada penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, gagal jantung, aritmia, nyeri dada, dan lainnya.
3. Diuretik : obat yang digunakan untuk membuang kelebihan air dan garam dari dalam tubuh melalui urine.
4. Injeksi intravena : metode pemberian obat melalui injeksi atau infus melalui pembuluh darah

"ObatJantung.ID dan Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Jantung. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif."

Mungkin anda menyukai ini

Layaknya Mesin, Jantung Pun Bekerja Oleh Aliran Listrik
Layaknya Mesin, Jantung Pun Bekerja Oleh Aliran Listrik
Faktor Risiko Jantung Koroner: Seberapa Besar Peluang Anda?
Faktor Risiko Jantung Koroner: Seberapa Besar Peluang Anda?
Angiografi: Mengapa dan Bagaimana Prosedur Ini Dilakukan
Angiografi: Mengapa dan Bagaimana Prosedur Ini Dilakukan