Perikarditis, Peradangan pada Lapisan Pembungkus Jantung

Perikarditis, Peradangan pada Lapisan Pembungkus Jantung

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM – Perikarditis merupakan jenis penyakit jantung berupa pembengkakan dan iritasi pada perikardium, yaitu lapisan tipis seperti kantung yang mengelilingi jantung untuk menahan dan membantu jantung saat bekerja. Perikardium memiliki dua lapisan yang mengandung sejumlah kecil cairan sehingga lapisan-lapisan perikardium dapat terpisah dan gesekan di antaranya dapat berkurang saat jantung berdetak. Namun, perikardium ini dapat meradang jika darah atau cairan di antara lapisannya mengalami kebocoran. Penyebab penyakit jantung perikarditis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi (virus, bakteri, jamur), kecelakaan, efek samping dari pengobatan kanker (terapi radiasi), meminum obat-obatan tertentu seperti fenitoin (obat anti kejang) dan obat jantung seperti obat pengencer darah dan obat aritmia. Selain itu, penyebab penyakit jantung perikarditis juga dapat disebabkan oleh kondisi peradangan lain seperti rheumatoid arthritis atau peradangan pada miokardium (otot jantung) akibat bergesekan dengan perikardium yang dapat terjadi setelah seseorang mengalami serangan jantung atau  menjalani tindakan operasi jantung.

Perikarditis, Peradangan pada Lapisan Pembungkus Jantung

Gejala dan Diagnosis Penyakit Jantung Perikarditis

Ada banyak gejala penyakit jantung perikarditis yang bisa dirasakan oleh pasien dan gejalanya ini sering kali diduga sebagai gejala penyakit jantung koroner, gejala-gejala tersebut antara lain nyeri dada seperti tertusuk, nyeri dada yang menjalar ke leher dan bahu atau lengan, demam dan menggigil, mual, pusing, hingga sesak napas secara tiba-tiba. Dalam menegakkan diagnosisnya, perikarditis dapat diketahui melalui pemeriksaan darah, rontgen dada, CT scan, magnetic resonance imaging (MRI), kateterisasi jantung, elektrokardiogram (EKG), dan ekokardiografi (USG Jantung).


Pengobatan Jantung Perikarditis

Pada beberapa kasus, perikarditis dapat sembuh atau hilang dengan sendirinya tanpa perlu pasien menjalani pengobatan, namun jika kasusnya menjadi lebih parah maka dokter perlu memberikan obat-obatan. Obat jantung yang biasa digunakan untuk mengurangi peradangan pada perikardium antara lain obat pereda nyeri (aspirin atau ibuprofen), kolkisin1, kortikosteroid2, dan antibiotik jika perikarditis disebabkan oleh bakteri. Apabila perikarditis menyebabkan penumpukan cairan di perikardium jantung (efusi perikardial) maka pasien mungkin akan memerlukan prosedur perikardiosentesis3 dan jika perikardium menjadi kaku secara permanen akibat peradangan maka pasien mungkin akan memerlukan prosedur perikardiektomi4. Komplikasi penyakit jantung perikarditis efusi perikardial juga dapat menyebabkan terganggunya fungsi jantung dalam memompa darah akibat adanya tekanan cairan yang kuat pada jantung (tamponade jantung) sehingga penyakit ini perlu ditangani segera dengan tepat.


1. Kolkisin : 0bat anti asam urat yang dan bermanfaat juga dalam tata laksana, penyakit jantung perikarditis, penyakit jantung koroner, dan kondisi peradangan lainnya.
2. Kortikosteroid : obat yang mengandung hormon steroid yang berguna untuk menambah hormon steroid dalam tubuh, meredakan peradangan atau inflamasi, dan menekan kerja sistem kekebalan tubuh yang berlebihan.
3. Perikardiosentesis : prosedur penyedotan cairan berlebih dari dalam perikardium jantung dengan bantuan jarum dan kateter.
4. Perikardiektomi : pemotongan bagian perikardium yang mengalami kekakuan secara permanen untuk mencegah risiko kambuh di lain waktu.

"ObatJantung.ID dan Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Jantung. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif."

Mungkin anda menyukai ini